Selamat datang di blog saya…….
Pada kesempatan ini saya ingin
shering tentang piring dan guci antik yang di pakai nenek moyang kita pada zaman dulu. Adalah barang yang sangat
berharga karena barang2 tersebut di nilai memiliki nilai sejarah dan merupakan
karya seni yang tak ternilai harganya. Makanya tak jarang barang2 antik menjadi
perburuan para kolektor bahkan oleh sejarawan di pakai untuk kepentingan
penelitian karena perjalanan sejarah suatu daerah atau negara tergambar dari
piring, guci atau benda2 antik lainnya. Bahkan kolektor2 dari negeri China
banyak mencari Guci2, piring2 dll karena mereka mengganggap itu adalah
peninggalan nenek moyang mereka itu sebabnya mereka ingin mengumpulkan dan
mengembalikan guci, piring antik dll ke negara asalnya.
Bagi para kolektor atau pencinta seni
pastilah sangat antusias mengumpulkan benda2 antik yang bersejarah ini. Umumnya
guci dan piring antik berasal dari China/Tiongkok, namun ada juga yang berasal
dari wilayah Asia dan Belanda/Voc. Menurut berbagai sumber dan membaca sejarah
tentang asal barang2 antik yang beredar di nusantara, khususnya di kalimantan
berupa guci, piring,tempat dupa,tecko,tempayan,mangkok dll terbuat dari
keraamik/porcelen dari beberapa dinasti china. Seperti dinasti
Han (206 SM – 221 M), kemudian dinasti Song (abad ke 10 & ke 13),
dinasti Yuan (1271-1368) selanjutnya pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan
dinasti Qing (1644-1912) lah Porcelen china/tiongkok mencapai puncak
keemasannya. Karena pada masa itu pintu perdagangan terbuka ke beberapa negara2 di
Asia, termasuk Indonesia.
Pada zaman itu saudagar2 dari
china/tiongkok di terima dengan baik oleh suku2 di nusantara termasuk suku dayak kalimantan, karena tujuan
mereka hanya untuk berdagang, namun tak jarang juga saudagar2 itu menikah dengan
warga keturunan suku di mana tempat mereka berdagang. Para saudagar membawa barang2 dagangan mereka
berupa guci2, piring2, tempayan , sutra dll dan di tukar dengan rempah2,
gaharu,sarang burung,damar & hasil bumi lainnya.
Karena Guci dan piring dari tiongkok
banyak di minati suku2 di nusantara, seperti suku dayak kalimantan. Awalnya
Guci2 dan tempayan di pakai hanya untuk wadah barang dagangan atau penampungan
air, tapi suku2 di Asia terutama suku dayak suka sekali guci, piring sebagai
benda untuk dekorasi rumah, untuk penghantar pernikahan, untuk hadiah, untuk
acara2 adat. Bahkan tempayan di pakai untuk menyimpan abu/tulang dan untuk
menyimpan barang berharga seperti emas. Inilah yang menyebabkan china/tiongkok
memproduksi guci,piring,tempayan dll yang berkualitas istimewa untuk pasar Asia
termasuk suku dayak kalimantan.
Bahkan pada zaman dulu Guci dan
piring antik melambangkan derajat perekonomian pemiliknya, selain berkaitan
dengan sejarah ada hal yang magis juga terkadung dalam motif2 pada guci ,
seperti gambar naga, ikan,bunga dll. Setiap motif/gambar pada guci mempunyai
arti . pada zaman dulu mereka percaya bahwa guci berkaitan dengan nasib,
kesehatan dan kesejahteraan pemiliknya. Makanya tak jarang guci, piring dll di
wariskan kepada anak cucu dan seterusnya sehingga menjadi barang pusaka turun
temurun hingga saat ini.Itulah sebabnya guci, piring dan benda2 antik lainya sangat di cari
oleh kolektor/pecinta seni sehingga harganya pun menjadi mahal karena nilai
sejarahnya sangat tinggi.
Demikian
shering dari saya, semoga bermanfaat bagi qta semua, bahan dan ulasan dari blog
ini di ambil dari beberapa artikel di internet, dari sejarah dan dari cerita
suku dayak, secara keluarga penulis berasal dari suku dayak. Apabila ada
masukan yang positif dan membangun silakan berpartisipasi di blog ini. Terima
kasih dan sukses buat kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar